Selasa, 25 Januari 2011

aplikasi ppk organik

APLIKASI PUPUK ORGANIK TERBAIK HASIL PEROMBAKAN BERBAGAI DEKOMPOSER DAN KERJASAMANYA DENGAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS HASIL TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.)

KASLI , KASLI and YELIANTI, UPIK (2008) APLIKASI PUPUK ORGANIK TERBAIK HASIL PEROMBAKAN BERBAGAI DEKOMPOSER DAN KERJASAMANYA DENGAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS HASIL TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.). Working Paper. Fakultas Pertanian. (Unpublished)
[img] Microsoft Word (APLIKASI PUPUK ORGANIK TERBAIK HASIL PEROMBAKAN BERBAGAI DEKOMPOSER DAN KERJASAMANYA DENGAN CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KUALITAS HASIL TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.)) - Supplemental Material
Available under License Creative Commons Public Domain Dedication.
Download (197Kb)

Abstract

Penelitian tentang Aplikasi Pupuk organik hasil dekomposisi beberapa bahan organik dengan dekomposernya dan kerjasamanya dengan CMA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang telah dilakukan di Kebun Percobaan BPTP Sukarami Solok Sumatera Barat dari bulan Desember 2007 sampai dengan Mei 2008. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara pemberian beberapa pupuk organik pada berbagai dosis dengan dan tanpa CMA terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. Percobaan ini dirancang dengan Rancangan Split-split Plot, dengan Petak Utama adalah: pemberian CMA (tanpa dan diberi CMA), Anak Petak adalah: jenis pupuk organik terbaik (TKTH, JPTH, TTTH), dan anak-anak petak adalah: dosis pupuk organik (0, 10, dan 15 t/ha). Hasil percobaan memperlihatkan bahwa terdapat interaksi antara pemberian beberapa pupuk organik pada dosis yang berbeda dengan dan tanpa FMA terhadap variabel tinggi tanaman, ILD, LAB dan LTT. Terdapat interaksi yang nyata antara pemberian FMA dengan dosis pupuk organik dan antara perlakuan FMA dengan pupuk organik terhadap variabel jumlah umbi pertanaman dan bobot segar umbi per tanaman. Hasil umbi terbaik diperoleh pada perlakuan tanpa FMA dengan 20 t/ha pupuk organik TTTH, yaitu sebesar 165.72 g/tanaman (9.38 t/ha), sedangkan untuk perlakuan pemberian FMA diperoleh hasi tertinggi sebesar 164.45 g/tanaman (9.30 t/ha). Kandungan gizi umbi kentang juga dipengaruhi oleh perlakuan pemberian pupuk organik pada dosis yang berbeda dengan tanpa FMA seperti kadar karbohidrat, gula, protein, lemak dan asam askorbat (vitamin C). Kandungan karbohidrat cenderung meningkat seiring dengan peningkatan dosis pupuk organik, sedangkan kandungan gula memperlihatkan bahwa tanpa FMA dengan 0 t/ha pupuk organik dan perlakuan + FMA dengan 0 t/ha mempunyai kandungan gula yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian pupuk organik 10 dan 20 t/ha. Kandungan lemak cenderung menurun sejalan dengan peningkatan dosis pupuk organik. Untuk kandungan protein menunjukkan bahwa tanpa FMA dan tanpa pupuk organik memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan diberi FMA dengan berbagai dosis pupuk organik. Sementara kandungan vitamin C memiliki kecenderungan lebih tinggi sejalan dengan penambahan dosis pupuk organik
Item Type: Monograph (Working Paper)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Unit atau Lembaga: Fakultas Pertanian > Agronomy
Depositing User: S.Si Fitria Ramona
Date Deposited: 24 May 2010 22:09
Last Modified: 24 May 2010 22:09
URI: http://repository.unand.ac.id/id/eprint/776

Tidak ada komentar:

Posting Komentar